Kebaya Biru
Posted on June 6th, 2007 at 9:35 am by Ophelia
“Huaaaaaaaaaaaaaaaah” Aku menguap dengan sepuas mungkin. Dering alarm ini pasti punya alasan membangunkan orang pagi-pagi begini di hari Sabtu. Otomatis tanganku meraih botol suplemen dan meminum sebutir, dan sambil masih terduduk di tempat tidur aku mencoba mengingat-ingat kenapa. Biasanya jika aku berusaha mengingat sesuatu aku akan berdoa. Seringkali ketika aku berdoa, hal-hal yang seharusnya aku lakukan akan bermunculan. Sepertinya itu cara Tuhan membantu memoriku yang bermasalah. Telepon. Yup itu kata kuncinya, telepon kemarin sore yang aku terima saat sedang menikmati traktiran pizza bersama teman-temanku. Benar
kan apa kataku, berdoa itu membantuku mengingat apa yang harus aku lakukan. Hari ini aku harus ikut gladi bersih acara pernikahan teman sekantor.
Dimana mereka?! Sial ini udah hampir jam 9 tapi kok aku sendirian di kantorku yang terletak di daerah Utan Kayu. Perjanjiannya adalah ngumpul di kantor jam 8.30 trus berangkat bareng ke gedung yang entah berada di mana dengan mobil kantor. Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, tapi bagiku biasa aja tuh. Kalau di depan komputer
kan bisa main game, kalo gak ada bisa dengerin mp3 dari hp, kalo gak ada juga ya ngelamun. Memangnya kita punya otak bukan untuk mencari cara menghilangkan kebosanan?***Sekarang aku sudah ada di gedung tempat rencananya mereka akan menikah minggu depan. Gedung Departemen Pertanian di daerah Ragunan. Yang namanya gedung pemerintah yang memang begini ya, megah tidak bobrok juga tidak. Setelah berbasa-basi dengan para penjaga gedung - aku sering bertanya kenapa para bawahan selalu lebih menyebalkan daripada Menterinya sendiri - kami pun akhirnya masuk. Gila! Gedungnya ternyata besar dan bisa menampung 800 orang. Maksudku bukan kagum pada gedungnya, namun aku teringat sang mempelai perempuan yang selama ini sangat irit dan menghindari acara adat - yang berbiaya sama dengan biaya sekolah
dari
Pre-School hingga jenjang Universitas - jadi sambil duduk aku berusaha mengkira-kira seberapa banyak tamu yang mereka undang.Oh karena mereka saat ini sedang membicarakan peralatan dan perlengkapan - yang menurutku tidak begitu jauh berbeda tapi biarlah - aku bisa cerita kenapa aku bisa sampai di sini. Karena sampai jam 10 tidak ada orang yang datang, aku pun menelepon salah satu rekan kerja - yang menjadi koordinator katering - dan bertanya:“Ibu, aku udah di kantor kita jadi pergi
kan?”“Ini siapa?” (O mi God, hampir dua tahun kerja bareng suaraku pun tak dikenali)“Aku bu, kita jadi ke acara gladi bersihnya
kan?”“Oh gak dapat sms saya?” (Sial aku sudah bilang aku butuh hp baru)“Cuma telepon kemarin bu, gak ada sms yang masuk dari ibu”“Waah sms dari saya gak masuk? Kemarin saya sms lagi acaranya jadinya jam 2 siang!” (Whaaaaat??!!)“Oh gitu!” (Emang aku bisa ngomong apa lagi)“Sekarang di mana?”“Di kantor bu” (mau di mana lagi? Janjiannya
kan bukan di patung Pancoran)“Oke nanti saya berangkat naik kereta sampai sekitar jam 1-an ya” (Oh bantal dan selimutku yang hangat)“Ya ibu hati-hati ya” (Lanjut maen games)Jadi karena ternyata hanya aku satu-satunya orang yang TIDAK tahu kalau gladi bersih diundur, aku menghabiskan pagiku - yang seharusnya di tempat tidur - di depan komputer main games dan download serial anime favorit - karena aku tidak menjualnya lagi aku tidak merasa aku pembajak, hanya penikmat! Sebentar, mereka memanggilku!Oke, mereka menunjukkan meja tempat penerima tamu. Di sisi LUAR gedung!! Cant you believe that? Aku sudah membayangkan posisi enak menentukan jenis makanan yang aku bisa santap, tapi yah sepertinya aku harus menerima kenyataan bahwa mejaku jauh dari semua makanan, di luar yang udaranya pasti panas! Sial… tapi yah yang penting aku mengenakan kebaya biru. Baiklah aku lanjutkan ceritaku. Jadi akhirnya semua ngumpul dan kita pun berangkat sekitar jam 2 siang lewat. Yang jadi supir adalah mempelai pria dan caranya menyetir membuatku sedikit khawatir. Mungkin karena terbiasa membawa motor setiap ada celah kosong dia pasti akan bergerak ke
sana, semoga tidak terjadi apa-apa karena aku masih ingin menghadiri pernikahanku sendiri nantinya. Seharusnya jalan tol itu sepi tapi tidak hari ini, jalanan lumayan padat. Yang membuatku semakin heran, sang calon mempelai perempuan harus selalu mengatakan kepada calon suaminya untuk mengambil jalur mana. “Masuk pintu tol Rawamangun bang bukan ke Rawamangunnya!”; kemudian “Jangan keluar di sini, ini pintu tol Taman Mini!”; kemudian “Ngambil jalur yang di tengah aja, nanti kita keluar di tol ke arah Kampung Rambutan”; lalu “Bang kelewatan! Seharusnya keluar di Pasar Minggu ya udah keluar di pintu tol Cilandak aja!” Helloooooo orang Jakarta Barat sesat di Jakarta Timur masih masuk akal, tapi orang Jakarta Selatan sesat di Jakarta Selatan?!Sebentar, apa yang mereka lakukan? Mereka sedang menari! Atau paling tidak terlihat seperti sedang menari! Oh ternyata hanya satu orang yang menari. Jadi nanti saat kedua mempelai memasuki gedung, lagu Glen Fredly atau Craig Davids atau siapalah itu akan diputar, dan seorang penari akan mengiringi mereka. Aku yang melihatnya saja sudah merasa capek karena jarak dari pintu ke panggung tempat pelaminan nantinya itu sejauh jarak dari kost ke kantorku. Ups sepertinya si penari agak sedikit terlalu bersemangat, kedua mempelai tertinggal jauh. Aku memperhatikan dari tempat dudukku di pintu samping ketika mereka mengulang adegan tersebut dan menghitung waktunya dengan cermat. Kali ketiga berhasil tepat waktu sesuai durasi lagu! Dan aku menguap untuk kesekian kalinya.***Di mobil dalam perjalanan pulang pun aku masih menguap. Ini hari adalah hari yang tidak produktif - bagiku tidur itu produktif. Selain mengetahui tempat meja penerima tamu yang nantinya menjadi tempatku - jangan lupakan nanti ada penari aneh yang mengiringi pengantin ke pelaminan - sepertinya tidak ada yang harus aku lakukan, lalu untuk apa aku di sini? Aku ingin secepatnya pulang tapi entah apa yang mereka bicarakan di parkiran gedung ini, mulai dari bros bunga untuk panitia, HT, juru kamera video, dan seribu satu hal lainnya. Mungkin inilah salah satu alasan banyak orang menikah di
Las Vegas jadi tidak perlu ribet dengan urusan yang bikin orang bangun pagi buta untuk hal yang gak penting. Sayang sekali jalur pulang tidak lewat tol lagi, kalau kesasar ke Kelapa Gading atau kemana aja pasti seru.PS: Sms penundaan gladi bersih ternyata dikirim ke orang yang bernama sama denganku. Jadi yang pasti aku masih belum benar-benar butuh HP baru!PS2= Pocong d SUMPAH ini artikel nya ophelia, gw sumpahin mandul kalo nda percaya (gapentingbanget)
aku mengucurkan air mataku…kasian deh mia. sejuta topan badai untuk hari sabtu yang menjengkelkan, iya kan mia?
Comment by navy — June 7, 2007 @ 2:17 pm