gapentingbanget dot com

This Blog is Mobile READY!
December 2008
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pages

Categories

Leave Unimportant Message

Latest on Mon, 11:05

Ophelia: yugie mia masih susah nelan dan demam lagi :( bawain corn cream soup pizza hut yah :D

Fahd: Aku udah link di ruangtengah.co.nr mbak. thanks udah nge-link blogku juga. :) Di-link di blog gagasmedia juga donk... :-p

Fahd Djibran: Thanks udah ke www.ruangtengah.co.nr tukeran link yuk... hehehe

tukangseduh: ga penting? ah, suka boong, penting kok, hehehe

tigabelas: hellow everybody..... enjoying your current life, huh?

» Reply



 
 

Kebaya Biru

Author: Ophelia
06.06.2007

“Huaaaaaaaaaaaaaaaah” Aku menguap sepuas mungkin. Dering alarm ini pasti punya alasan membangunkan orang pagi-pagi begini di hari Sabtu. Otomatis tanganku meraih botol suplemen dan meminum sebutir. Masih terduduk aku mencoba mengingat-ingat kenapa aku harus bangun pagi. Biasanya saat berusaha mengingat sesuatu, aku akan berdoa karena saat melakukannya, hal-hal yang seharusnya aku lakukan akan teringat kembali. Mungkin itu cara Tuhan membantu memoriku yang bermasalah..

Benarkan apa kataku, berdoa itu membantuku mengingat apa yang harus aku lakukan. Hari ini aku harus ikut gladi bersih acara pernikahan teman sekantor. Sesuai perjanjian aku dan calon mempelai akan bertemu di kantor tapi di mana mereka?! Sial ini udah hampir jam 9 tapi kok aku masih sendirian. Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, tapi bagiku biasa aja tuh. Kalau tidak main game di komputer, dengerin mp3 dari hp, ya melamun.

Take two ***

Singkat cerita aku sudah berada di gedung yang rencananya menjadi tempat resepsi pernikahan mereka minggu depan. Gedung Departemen Pertanian di daerah Ragunan. Yang namanya gedung pemerintah ya memang begini, megah tidak bobrok juga tidak. Setelah berbasa-basi dengan para penjaga gedung - aku sering bertanya kenapa para bawahan selalu lebih menyebalkan daripada Menterinya sendiri - kami pun akhirnya masuk. Gila! Gedungnya ternyata besar dan bisa menampung 800 orang. Maksudku bukan kagum pada gedungnya, namun aku teringat sang mempelai perempuan yang selama ini sangat irit dan menghindari acara adat - yang berbiaya sama dengan biaya sekolah dari Pre-School hingga jenjang Universitas - jadi sambil duduk aku berusaha mengkira-kira seberapa banyak tamu yang mereka undang.

Oh karena mereka saat ini sedang membicarakan peralatan dan perlengkapan - yang menurutku tidak begitu jauh berbeda tapi biarlah - aku bisa cerita kenapa aku bisa sampai di sini. Karena sampai jam 10 tidak ada orang yang datang, aku pun menelepon salah satu rekan kerja - yang menjadi koordinator katering.

Me:“Ibu, aku udah di kantor kita jadi pergi kan?”

Ibu: “Ini siapa?” (O mi God, hampir dua tahun kerja bareng suaraku pun tak dikenali)

Me: “Aku bu, kita jadi ke acara gladi bersihnya kan?”

Ibu:“Oh gak dapat sms saya?” (Sial aku sudah bilang aku butuh hp baru)

Me: “Cuma telepon kemarin bu, gak ada sms yang masuk dari ibu”

Ibu: “Waah sms dari saya gak masuk? Kemarin saya sms lagi acaranya jadinya jam 2 siang!” (Whaaaaat the F***??!!)

Me: “Oh gitu!” (Emang aku bisa ngomong apa lagi)

Ibu: “Sekarang di mana?”

Me: “Di kantor bu” (mau di mana lagi? Janjiannya kan bukan di patung Pancoran)

Ibu: “Oke nanti saya berangkat naik kereta sampai sekitar jam 1-an ya” (Oh bantal dan selimutku yang hangat)

Me: “Ya ibu hati-hati ya” (Lanjut maen games)

Jadi karena ternyata aku satu-satunya orang yang TIDAK tahu kalau gladi bersih diundur, pagi itu dihabiskan di depan komputer main games sekalian download serial anime favorit –untuk catatan aku tidak menjualnya lagi jadi aku tidak merasa aku pembajak, hanya penikmat! Oh Sebentar, mereka –maksudku kedua calon mempelai bukan tokoh animenya- memanggilku! Oke, mereka menunjukkan meja tempat penerima tamu. Di sisi LUAR gedung!! Cant you believe that? Aku sudah membayangkan posisi enak dekat dengan meja makanan, membayangkan semua makan yang aku bisa santap. Aku harus menerima kenyataan bahwa mejaku jauh dari semua makanan, dan yang lebih parah lagi di luar udaranya pasti panas! Sial.. sial!! Tapi yah yang penting aku mengenakan kebaya biru.

Take three ***

Baiklah aku lanjutkan ceritaku. Jadi akhirnya setelah semua ngumpul kita pun berangkat sekitar jam 2 siang lewat. Calon mempelai pria yang jadi supir. Jujur saja caranya menyetir membuatku sedikit khawatir. Mungkin karena terbiasa membawa motor setiap ada celah kosong dia pasti akan dengan cepat mengarahkan mobil ke sana. Jujur saja sepanjang perjalanan singkat ke arah Ragunan aku berdoa. Semoga tidak terjadi apa-apa, doaku, karena dude aku masih ingin menghadiri pernikahanku sendiri nantinya.

Seharusnya jalan tol Priok – Pondok Indah sepi tapi tidak hari ini karena jalanan lumayan padat. Aku orang baru di Jakarta sementara kedua mempelai lahir dan besar di kota ini. Yang membuatku heran, sang calon mempelai perempuan harus selalu mengatakan kepada calon suaminya untuk mengambil jalur mana.

Di sela-sela perbincangan kami di dalam mobil sesekali dia berkata, “Masuk pintu tol Rawamangun bang bukan ke Rawamangunnya!”; atau “Jangan keluar di sini, ini pintu tol Taman Mini!”; lalu “Ngambil jalur yang di tengah aja, nanti kita keluar di tol ke arah Kampung Rambutan”; dan tiba-tiba “Bang kelewatan! Seharusnya keluar di Pasar Minggu ya udah keluar di pintu tol Cilandak aja!” Helloooooo orang Jakarta Barat sesat di Jakarta Timur masih masuk akal, tapi orang Jakarta Selatan sesat di Jakarta Selatan?!

Sebentar apa yang mereka lakukan? [maklum aku menuliskan pengalaman hari ini sambil mengikuti prosesi gladi bersih jadi biasakan dirimu meloncat-loncat dari satu kejadian ke kejadian lain] Mereka sedang menari! Atau paling tidak terlihat seperti sedang menari! Oh ternyata hanya satu orang yang menari. Jadi begini rencananya, nanti saat kedua mempelai memasuki gedung lagu Glen Fredly atau Craig Davids atau siapalah itu akan diputar, dan seorang penari akan berada di depan kedua mempelai.

Buset dah hanya dengan melihatnya saja aku sudah merasa capek. Jarak dari pintu ke panggung tempat pelaminan nantinya itu sejauh jarak dari kost ke kantorku. Anyway sepertinya si penari agak sedikit terlalu bersemangat, kedua mempelai tertinggal jauh. Aku memperhatikan dari tempat dudukku di pintu samping ketika mereka mengulang adegan tersebut dan menghitung waktunya dengan cermat. Three times luck! Baru kali ketiga berhasil tepat waktu sesuai durasi lagu! Dan aku pun menguap untuk kesekian kalinya.

Take four ***

Di mobil dalam perjalanan pulang pun aku masih menguap. Ini hari adalah hari yang paling tidak produktif. Bahkan dalam standarku seharian di tempat tidur entah itu tidur atau membaca buku adalah sesuatu yang produktif. Selain mengetahui tempat meja penerima tamu yang nantinya menjadi tempatku serta ada penari aneh yang mengiringi pengantin ke pelaminan, sepertinya tidak ada yang harus aku lakukan. Lalu untuk apa aku di sini??? Aku ingin secepatnya pulang tapi entah apa yang mereka bicarakan di parkiran gedung ini, mulai dari bros bunga untuk panitia, HT, juru kamera video, dan seribu satu urusan lainnya.

Mungkin inilah salah satu alasan banyak orang menikah di Las Vegas! Agar tidak perlu ribet dengan urusan yang bikin orang bangun pagi buta untuk hal yang gak penting. Sayang sekali jalur pulang tidak lewat tol lagi, kalau nyasar ke Kelapa Gading atau kemana aja pasti seru. PS: Sms penundaan gladi bersih ternyata dikirim ke orang yang bernama sama denganku. Jadi yang pasti aku masih belum benar-benar butuh HP baru!

PS3 = artikel ini mengalami proses editing yang lebih menyerupai penulisan ulang dan kali ini diposting sendiri oleh ophelia nan cantik dan menawan

PS2= Pocong d SUMPAH ini artikel nya ophelia, gw sumpahin mandul kalo nda percaya (gapentingbanget)


3 Responses to “Kebaya Biru”

  1. navy Says:

    aku mengucurkan air mataku…kasian deh mia. sejuta topan badai untuk hari sabtu yang menjengkelkan, iya kan mia?

  2. kosong Says:

    aku mengucurkan air mataku …
    duhai sungguh panjang dan melelahkan …
    kapan tiba saatnya untuk sejenak istirahat … ku tunggu penggalan paragrafnya … :))

  3. Ophelia Says:

    bukan salah aku mas kosong tapi salah yang aku mintain tolong untuk memposting tulisan ini! sepertinya yoga waktu itu tidak punya waktu untuk mengecek ulang jadi cuma copy paste ajah. dan kalau tidak salah copy paste baik dari notepad atau word sama aja, sama-sama tidak bisa diharapkan bagus seperti yang terlihat!.

Leave a Reply