Dua Mudikers Gila Antri Kereta (based on true story)
Posted on September 28th, 2007 at 3:57 pm by navy

“Gimane rasanya antre dan menjadi pemudik?” godaku pada Windy yang sudah berdiri di antrean puluhan pemudik yang siap membeli tiket kereta api di Stasiun Gambir di pagi 18 September kemarin. Lampu stasiun telah dimatikan dan digantikan terangnya sinar mentari. “Wow keren, rasanya gimana gitu..,” jawab dia asal-asalan sambil memamerkan deretan giginya. Dara tinggi kurus berkulit gelap yang tidak doyan nasi itu menyangklong tas baru dengan tulisan I’m not a plastick bag yang jadi kebanggaannya, ia mulai berdiri, setalah berjam-jam duduk di lantai stasiun. Tawa kami berdua membahana. Tawa kecut, setelah hampir dua jam duduk di depan loket yang masih saja belum buka. Kami berdua merasa berbeda dengan pengantre yang panjangnya sudah 3 meteran di tiga loket yang masih belum buka itu. Beberapa pengantre lain tampak sibuk dengan pikirannya sendiri, ada juga yang ngobrol dengan teman atau pengantre lain. Wajah-wajah kuyu juga tampak di deretan panjang pengantre. Kami tidak. Read the rest of this entry »

Shit Happens. Gue yang Ogah Kawin, Kok Elo yang Rese?!
Posted on September 25th, 2007 at 12:29 pm by tigabelas

Shit Happens

Gue yang Ogah Kawin, Kok Elo yang Rese?! 

Semacam novel oleh Christian Simamora & Windy Ariestanty  Available in the Bookstore, Now!!!

 cover shit happens

  Shit does happen in their life. But, still, life must goes on….Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of  themselves, boast their freedom of life as an individual. 

‘till one question ruins their [un]perfect life. 

Lula : I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’m not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue? 

Sebastian : Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya? 

Langit : We were a perfect couple. ‘till, I found his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my question. WHY ?  

So, this is not a story about perfect life. They just try HARD to make it perfect. 

What They Think About This Novel…. 

Shit does happen, bahkan tidak hanya di kamar mandi. Buku ini membuat gue berdecak dari, ehm, kalimat pertama sampai terakhir. Lucu, cerdas, dan membuat berpikir. Membaca dua editor super ini akhirnya ‘kawin’ dan beranak novel membuat gue berkesimpulan: awesomeness happens!’ –Raditya Dika, penulis korban editan mereka berdua. 

‘Buku ini punya dialog yang kocak dan cerdas! I think any smart, sophisticated, mid and late 20s urban people dengan segala quarter life crisis-nya could really relate to the story.You know, shitty crisis which only makes us feel so smart, so strong, so wise, so different, so damn proud and sooo alive for having it. And even though we might not get through it well in the end but just to think, feel, and living it, it’s just…wow! Happy reading!’ (www.icha.rahmanti.com)

‘Menikah = bahagia. Yakin? Shit Happens, hasil karya dari dua orang yang dilihat dari sudut mana pun sangat bertolak belakang, bercerita dengan jujur dan meriah tentang pilihan yang bisa jadi sumber kebahagiaan itu.’ –Alit Tisna Palupi, editor Shit Happens 

 

Shit Happens adalah sebuah karya yang cerdas dari bentuk pemikiran dua penulisnya tentang konsep orientasi seksual.

Gaya penulisan yang segar dan lucu membuat kita mudah masuk ke dalam alur cerita ber-setting sederhana tapi mampu membangkitkan pikiran bawah sadar kita untuk jujur dengan diri sendiri.’

–Viktor Rusdiyanto, yang tiba-tiba jadi fans berat-nya penulis Shit Happens 

 

‘Bab-bab awal agak sedikit datar. Mungkin karena gue ngebayangin mereka berdua yang terbiasa ngomong kayak gitu dalam kesehariannya. Tapi, ke belakangnya… mind opening dan inspiring. Novel yang sangat jujur. Tidak menggurui. Rasanya seperti curhat sama sahabat. Two thumbs—and a penis—up!’– Jeffri Fernando. Perupa imaji yang ‘roti’-nya jauh dari sobek 

 

‘…Hidden modus! Itulah yang lebih sesuai untuk novel ini. Sekilas sederhana tapi terkandung wacana yang membentuk alur terencana…. Sukses buat novelnya! Aldi Akuratno, orang yang paling sibuk kalo ngurusin Letto

Merah itu (bukan) cinta
Posted on September 25th, 2007 at 12:06 pm by tigabelas

Aku benci menstruasi karena membuat aku teringat kalau aku perempuan.

Jangan salah, aku tak pernah membenci kelaminku yang perempuan. Tidak. Namun, kalau boleh memilih, aku ingin lahir sebagai manusia saja. Tanpa kelamin. Androgini. Aseksual. Read the rest of this entry »

Sesederhana itu kebahagiaan
Posted on September 25th, 2007 at 10:20 am by tigabelas

Selalu ada pagi di mana aku terbangun dengan kepala yang luar biasa pening.

Pening dan penat. Tapi, rutinitas hidup membuat tubuhku harus bangun dari kasur tipis dan beringsut ke kamar mandi. Mengguyur tubuh. Read the rest of this entry »

Ati2 Virus di dokumen PDF n Doc
Posted on September 11th, 2007 at 8:26 am by siapa

Word Macro Virus…. it just fun image

Piye to iki, bpk admin situs2 .id
“the package is dirty man!”