gapentingbanget dot com
Archive for September, 2007
Dua Mudikers Gila Antri Kereta (based on true story)
Author: Navyk“Gimane rasanya antre dan menjadi pemudik?” godaku pada Windy yang sudah berdiri di antrean puluhan pemudik yang siap membeli tiket kereta api di Stasiun Gambir di pagi 18 September kemarin. Lampu stasiun telah dimatikan dan digantikan terangnya sinar mentari. “Wow keren, rasanya gimana gitu..,” jawab dia asal-asalan sambil memamerkan deretan giginya. Dara tinggi kurus berkulit gelap yang tidak doyan nasi itu menyangklong tas baru dengan tulisan I’m not a plastick bag yang jadi kebanggaannya, ia mulai berdiri, setalah berjam-jam duduk di lantai stasiun. Tawa kami berdua membahana. Tawa kecut, setelah hampir dua jam duduk di depan loket yang masih saja belum buka. Kami berdua merasa berbeda dengan pengantre yang panjangnya sudah 3 meteran di tiga loket yang masih belum buka itu. Beberapa pengantre lain tampak sibuk dengan pikirannya sendiri, ada juga yang ngobrol dengan teman atau pengantre lain. Wajah-wajah kuyu juga tampak di deretan panjang pengantre. Kami tidak. Read the rest of this entry »
read comments (3)Shit Happens. Gue yang Ogah Kawin, Kok Elo yang Rese?!
Author: tigabelasShit Happens
Gue yang Ogah Kawin, Kok Elo yang Rese?!
Semacam novel oleh Christian Simamora & Windy Ariestanty Available in the Bookstore, Now!!!
‘till one question ruins their [un]perfect life.
Lula : I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’m not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue?
Sebastian : Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya?
Langit : We were a perfect couple. ‘till, I found his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my question. WHY ?
So, this is not a story about perfect life. They just try HARD to make it perfect.
What They Think About This Novel….
‘Shit does happen, bahkan tidak hanya di kamar mandi. Buku ini membuat gue berdecak dari, ehm, kalimat pertama sampai terakhir. Lucu, cerdas, dan membuat berpikir. Membaca dua editor super ini akhirnya ‘kawin’ dan beranak novel membuat gue berkesimpulan: awesomeness happens!’ –Raditya Dika, penulis korban editan mereka berdua.
‘Buku ini punya dialog yang kocak dan cerdas! I think any smart, sophisticated, mid and late 20s urban people dengan segala quarter life crisis-nya could really relate to the story.You know, shitty crisis which only makes us feel so smart, so strong, so wise, so different, so damn proud and sooo alive for having it. And even though we might not get through it well in the end but just to think, feel, and living it, it’s just…wow! Happy reading!’ (www.icha.rahmanti.com)
‘Menikah = bahagia. Yakin? Shit Happens, hasil karya dari dua orang yang dilihat dari sudut mana pun sangat bertolak belakang, bercerita dengan jujur dan meriah tentang pilihan yang bisa jadi sumber kebahagiaan itu.’ –Alit Tisna Palupi, editor Shit Happens
‘Shit Happens adalah sebuah karya yang cerdas dari bentuk pemikiran dua penulisnya tentang konsep orientasi seksual.
–Viktor Rusdiyanto, yang tiba-tiba jadi fans berat-nya penulis Shit Happens
‘Bab-bab awal agak sedikit datar. Mungkin karena gue ngebayangin mereka berdua yang terbiasa ngomong kayak gitu dalam kesehariannya. Tapi, ke belakangnya… mind opening dan inspiring. Novel yang sangat jujur. Tidak menggurui. Rasanya seperti curhat sama sahabat. Two thumbs—and a penis—up!’– Jeffri Fernando. Perupa imaji yang ‘roti’-nya jauh dari sobek
‘…Hidden modus! Itulah yang lebih sesuai untuk novel ini. Sekilas sederhana tapi terkandung wacana yang membentuk alur terencana…. Sukses buat novelnya!– Aldi Akuratno, orang yang paling sibuk kalo ngurusin Letto
read comments (10)Merah itu (bukan) cinta
Author: tigabelasAku benci menstruasi karena membuat aku teringat kalau aku perempuan.
Jangan salah, aku tak pernah membenci kelaminku yang perempuan. Tidak. Namun, kalau boleh memilih, aku ingin lahir sebagai manusia saja. Tanpa kelamin. Androgini. Aseksual. Read the rest of this entry »
read comments (2)Sesederhana itu kebahagiaan
Author: tigabelasSelalu ada pagi di mana aku terbangun dengan kepala yang luar biasa pening.
Pening dan penat. Tapi, rutinitas hidup membuat tubuhku harus bangun dari kasur tipis dan beringsut ke kamar mandi. Mengguyur tubuh. Read the rest of this entry »
read comments (1)Ati2 Virus di dokumen PDF n Doc
Author: siapa
read comments (0)

