gapentingbanget dot com

This Blog is Mobile READY!
December 2008
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pages

Categories

Leave Unimportant Message

Latest on Mon, 11:05

Ophelia: yugie mia masih susah nelan dan demam lagi :( bawain corn cream soup pizza hut yah :D

Fahd: Aku udah link di ruangtengah.co.nr mbak. thanks udah nge-link blogku juga. :) Di-link di blog gagasmedia juga donk... :-p

Fahd Djibran: Thanks udah ke www.ruangtengah.co.nr tukeran link yuk... hehehe

tukangseduh: ga penting? ah, suka boong, penting kok, hehehe

tigabelas: hellow everybody..... enjoying your current life, huh?

» Reply



 
 
04.10.2007

Hari-hari ini merasa Jakarta dan kota-kota di Jawa lebih panas? Jangan salahkan perasaan karena hal itu memang benar-benar terjadi. Suhu udara di daerah Pantura saat ini berkisar antara 35,5-36,6 derajat Celsius. Angka ini naik gila-gilaan dibanding suhu normal tertinggi di musim kemarau, yang “hanya” 34 derajat Celsius. Luar biasa bukan? Itu baru di udara, pinjam istilah F1 dan Moto GP, suhu lintasan bisa lebih panas lagi. Jalanan di Jakarta semain tidak ramah, panas tidak hanya dari atas, serangan panas juga dari bawah. Beton dan aspal memantulkan panas mentari dan kita dipanggang panas bawah.

Mengutip Kompas, kenaikan suhu itu disebabkan posisi matahari yang berada tepat di atas Pulau Jawa sejak 23 September. Cahaya matahari yang menyorot langsung dibarengi angin timur kering dari Laut Jawa memengaruhi suhu kota-kota di Jawa, terutama di kawasan pesisir utara Jawa yang membentang dari barat ke timur. Kepala BMG Jawa Tengah juga tidak memungkiri kenaikan suhu ini juga dipengaruhi pemanasan global. See? Gak usah jauh-jauh mikir berapa banyak es yang telah mencair di Antartika. Pemanasan Global sudah diantara kita.


5 Responses to “Pemanasan Global Diantara Kita”

  1. siapa Says:

    Secara gw udah jarang di jalan, kyknya nda ada perubahan apa2 tuh di sekitar gw.

    kunikmati kubik ku dengan segelas teh hangat dan marlboro light menthol.

    sluuurrppp

  2. navy Says:

    yoga, dirimu sudah jauh dari alam dan lingkungan. sadarlah!

  3. Ophelia Says:

    Ruang sekretariat: 1 AC
    Ruang marketing: 1 AC
    Lantai 3 (Teknisi TV/Radio + Patar & Chris):1 AC
    Ruangan Tommy + Kamera etc: 1 AC
    MCR TV: 1 AC (standby 24/7)

    Itu belum termasuk 6 edit suites yang masing-masing memiliki 1 AC jika ada pelatihan. Energi listrik dan freon yang dikeluarkan SBM saja sudah berapa, apalagi perusahaan besar?! Comfortable life has it’s own cost…

  4. windy Says:

    udah dua hari ini, AC di ruangan gagas ngaco. timbul tenggelam gethu…serasa di sauna rame-rame. yang gagas lakukan? memindahkan kantor ke pim. yipeeeeeyyyyy, adem banget!

  5. nunur Says:

    Tapi gara2 pemanasan semesta (Pesta-bahasanya SujiwoTedjo), Al Gore dapat Nobel Perdamaian.(Mungkin) Pencapaian tertinggi dalam karir politiknya. Ditangan calon presiden yang kalah tragis dari Bush tersebut, pesta seolah jadi barang baru, dan untungnya lewat dokumenter bikinannya aku jadi sedikit bisa mengerti mengapa Malang dalam tempo lima tahun ini menjadi semakin menyengat. Sungguh perubahan yang begitu cepat.

    Aku yakin Pesta bukan barang anyar. Ingat, Suzzana di tahun 70-an sudah membintangi film bumi makin panas. Berarti perubahan iklim,akibat efek rumah kaca itu sudah jauh2hari diprediksi(Ini sih argumen ngawur, bisa saja sang sutradara, terisnpirasi tubuh molek si Bintang, yang memang hot-pada zamannya :D)

    Tetapi apa yang bisa kita lakukan ?. Betul2aku binggung kalau sudah sampai pertanyaan ini. Yah, seperti kalau kita lagi diskusi panjang ngalor-ngidul,seorang peserta tiba2 dengan nada frustasi nyeletuk, “Kalau begitu solusinya apa? ah…sungguh jengkel rasanya. Mikir dong, mikir, pake otakmu!!. Tetapi yah, bagimanapun juga-untuk mentransfer pengetahuan ke tingkatan praksis haruslah lewat langkah solutif.

    Jadi, kalau ingin jalan keluarnya nonton aja filmnya AlGore, judulnya “Kebenaran yang Tidak Menyenangkan” (Aku takut nulis cara Inggris,takut salah eja).

    Tonton ber-ulang2, kalau perlu sampai kita hapal substansi,istilah ilmiah atau bahkan cara Gore ngomong. Setelah itu, dengan kesadaran penuh marilah bertindak, memperbaiki kebiasaan kita yang selama ini sembrono dalam memperlakukan lingkungan sekitar.

    Kalau pengen nonton akibat Pesta, pantengin aja film Suzzana, Bumi makin panas. Diiringi sayup merdu tembang Trio Macan dengan judul yang sama.

    Dijamin Kalau mbuang sampah sembarangan kita ingat wajah Suzzana, kalau nga hemat make listrik, Trio Macan akan terngiang di Kepala..Nga mau khan dapat “Siksaan kayak gitu”. (Tetapi siksaan bisa menjadi kenikmatan, jika dilihat dari sudut pandang Bang Navi’, sang reporter. Semoga si abang masih suka dangdut, amien).

    Pesen terakhir, beli, sewa, bajak, copy, burning film dokumenternya AlGore, dijamin kita akan punya pemahaman mendalam tentang Pesta, dan mbikin kita terinspirasi tentang bagaimana cara penanggulangannya-lewat diri kita sendiri-dalam hidup sehari2. (Mending jadi TSnya AlGore, ketimbang, ndukung EdyRumpoko:D)

Leave a Reply