Balada Wiro, Sebuah Fabel
Posted on December 5th, 2007 at 8:34 am by navy

Wiro sudah datang! Sms pendek itu datang dari seorang teman yang ada di sebuah titik di negeri ini. Glek. “Oh My God! Dia telah mendapatkan apa yang diharapkannya,” pikirku. Sempat kaget juga sih, sebab kata-kata itu mengingatkanku pada sebuah keinginan pada suatu siang yang panas di Jakarta, sekitar tujuh atau delapan tahun yang lalu. Saat itu kami bertiga, demi menjaga kerahasiaan di depan umum sebut saja temanku itu Kancil dan Buaya, masih bersatus mahasiswa. Tentunya di cerita ini namaku tidak asli lagi, aku pilih nama Monyet saja, biar klop.


Monyet, Kancil dan Buaya sedang melakukan misi jurnalistik, dengan uang pas-pasan kami naik turun angkutan massal untuk mendatangi narasumber. Berpanas ria dengan menggendong ransel berat di punggung menyusuri Jakarta . Tapi Monyet, Kancil dan Buaya tidak bersedih hati, mereka saling bercerita dan bercanda. Zaman itu termasyhur sebuah situs internet yang bernama cerita-cerita seru (CCS). Bagi kalian yang sudah mengenal CCS, tentunya aku tidak kan menjelaskan lagi. Tapi bagi yang belum tahu, inilah penjelasannya: CCS adalah kumpulan cerita sex (meniru gaya Rendra di Prisma Juni 1976), tulisannya biasanya deskriptif dan detail dari awal perjumpaan sampai adegan intim yang terjadi. Ada puluhan judul cerita yang selalu bertambah.


Meskipun tidak ada gambar kadar ceritanya lumayan untuk memenuhi fantasi nakal dari para pria. Cerita-cerita seru itu tak jauh dari cerita di kehidupan sehari-hari. Seperti kenalan dengan wanita cantik di mall yang berakhir di ranjang. Atau sofa ya? Aku tidak ingat persisnya. Atau cerita tentang tante cantik kaya kesepian yang butuh belaian kasih sayang. One night stand, pokoknya sebangsa itulah. Nah, di situs itu mempunyai moderator yang menyebut dirinya Wiro. Si Wiro inilah yang menjadi pemeran utama di sebagian besar cerita. He’s really a Lucky Bastard. Entah ia sosok nyata atau rekaan belaka.


Wiro ini menceritakan dirinya hidup dan bercinta di Jakarta. Kota ini menginspirasi ide nakal buat Buaya, Monyet dan Kelinci. “Wiro, kok begitu mudah mendapatkan wanita di Jakarta. Kenapa kita tidak?” tanya Buaya ke Monyet dan Kancil. “Iya-ya,” jawan Monyet dan Kancil mengamini sang Buaya. Buaya, Monyet dan Kancil bersepakat untuk mendatangkan spirit of Wiro. Merekapun menciptakan sebuah lagu penggerak semangat. Syairnya cuma begini “…datanglah oh Wiro..”


Dream comes true
. Selama di Jakarta tidak tejadi apapun. Perjalanan pulang ke Malang dengan kereta api kelas ekonomi Matarmaja menjadi ajang kesaktian keinginan. Dua wanita duduk di depan Monyet, Buaya dan Kancil. Dua wanita ini akan turun di Solo.Si Kancil yang tidak bisa diam berjalan-jalan ke gerbong yang lain. Entah bagaimana ceritanya, saat kereta berjalan, Buaya sudah berpindah tempat. Ia telah duduk berdua dengan wanita berkulit putih yang ada di depannya. Perempuan satunyapun berpindah ke samping Monyet.


Hari belum gelap saat Buaya menunjukkan wajah panik. Wajahnya pucat dan pandangan matanya melotot ke arah Monyet. Kaki monyet yang ada nempel di kursinya ia coret-coret dengan kukunya, Buaya sedang mencoba memberikan tanda. Sedangkan perempuan berkulit putih itu telah tidur di atas pangkuan Buaya dengan bertutupkan jaket Buaya. “What happen?” Monyet yang tidak paham mencoba bertanya dengan tatapan mata. Buaya tidak bersuara, ia kembali menyoret-coret kaki Monyet. Tanda itu dilakukan dengan tergesa-gesa membuat Monyet tetap tak paham. Namanya juga Monyet.


Setelah Solo berlalu, juga dua wanita itu. Buaya bercerita kepada Monyet dan Kancil “Nyet, lo bego banget. Tadi gue minta pertolongan lo. Saat dia tiduran tadi, tangan kiri gue diarahkan ke dadanya. Gue panik Man!” Huahahahahaha. Monyet dan Kancil terbahak-bahak. Buayapun ikut tertawa. Cerita hot ala Wiro terjadi juga. Momen itu menjadi pembuktian nyata. Time goes by, Buaya dan Monyet memberi kesaksian ke banyak teman, seperti Kuda Nil, Harimau, Burung Hantu, Kelinci, Babi dan banyak lagi. Mereka terkesima. Pendendang “..datanglah oh Wiro..” semakin banyak. Kelinci di kereta eksekutif yang membawanya pulang mengirim SMS ke Buaya. “Kok Wiro gak hadir di kereta ini ya?” Walah. Pagi tadi suara soundtrack Mario Bros versi Jazz mengalun dari Motorolaku. Sebuah SMS dari Babi membangunkanku. Wiro sudah datang! Sambil tersenyum aku balas: Jancuk Deh!

3 Comments »

aku jadi burung hantu aja ah…

Comment by siapa — December 5, 2007 @ 11:33 am


Ohh wirooo, datanglahh
*menerawang bidadari yg lagi mandi*

Comment by Indra — December 10, 2007 @ 5:23 am


indra lagi gerak2in mouse liat si anu buka cel

Comment by siapa — December 13, 2007 @ 11:59 am


Comments RSS TrackBack URI

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>