Posted on December 5th, 2007 at 8:34 am by navy
Wiro sudah datang! Sms pendek itu datang dari seorang teman yang ada di sebuah titik di negeri ini. Glek. “Oh My God! Dia telah mendapatkan apa yang diharapkannya,” pikirku. Sempat kaget juga sih, sebab kata-kata itu mengingatkanku pada sebuah keinginan pada suatu siang yang panas di
Monyet, Kancil dan Buaya sedang melakukan misi jurnalistik, dengan uang pas-pasan kami naik turun angkutan massal untuk mendatangi narasumber. Berpanas ria dengan menggendong ransel berat di punggung menyusuri
Meskipun tidak ada gambar kadar ceritanya lumayan untuk memenuhi fantasi nakal dari para pria. Cerita-cerita seru itu tak jauh dari cerita di kehidupan sehari-hari. Seperti kenalan dengan wanita cantik di mall yang berakhir di ranjang. Atau sofa ya? Aku tidak ingat persisnya. Atau cerita tentang tante cantik kaya kesepian yang butuh belaian kasih sayang. One night stand, pokoknya sebangsa itulah. Nah, di situs itu mempunyai moderator yang menyebut dirinya Wiro. Si Wiro inilah yang menjadi pemeran utama di sebagian besar cerita. He’s really a Lucky Bastard. Entah ia sosok nyata atau rekaan belaka.
Wiro ini menceritakan dirinya hidup dan bercinta di
Dream comes true. Selama di Jakarta tidak tejadi apapun. Perjalanan pulang ke
Hari belum gelap saat Buaya menunjukkan wajah panik. Wajahnya pucat dan pandangan matanya melotot ke arah Monyet. Kaki monyet yang ada nempel di kursinya ia coret-coret dengan kukunya, Buaya sedang mencoba memberikan tanda. Sedangkan perempuan berkulit putih itu telah tidur di atas pangkuan Buaya dengan bertutupkan jaket Buaya. “What happen?” Monyet yang tidak paham mencoba bertanya dengan tatapan mata. Buaya tidak bersuara, ia kembali menyoret-coret kaki Monyet. Tanda itu dilakukan dengan tergesa-gesa membuat Monyet tetap tak paham. Namanya juga Monyet.
Setelah Solo berlalu, juga dua wanita itu. Buaya bercerita kepada Monyet dan Kancil “Nyet, lo bego banget. Tadi gue minta pertolongan lo. Saat dia tiduran tadi, tangan kiri gue diarahkan ke dadanya. Gue panik Man!” Huahahahahaha. Monyet dan Kancil terbahak-bahak. Buayapun ikut tertawa. Cerita hot ala Wiro terjadi juga. Momen itu menjadi pembuktian nyata. Time goes by, Buaya dan Monyet memberi kesaksian ke banyak teman, seperti Kuda Nil, Harimau, Burung Hantu, Kelinci, Babi dan banyak lagi. Mereka terkesima. Pendendang “..datanglah oh Wiro..” semakin banyak. Kelinci di kereta eksekutif yang membawanya pulang mengirim SMS ke Buaya. “Kok Wiro gak hadir di kereta ini ya?” Walah. Pagi tadi suara soundtrack Mario Bros versi Jazz mengalun dari Motorolaku. Sebuah SMS dari Babi membangunkanku. Wiro sudah datang! Sambil tersenyum aku balas: Jancuk Deh!
aku jadi burung hantu aja ah…
Comment by siapa — December 5, 2007 @ 11:33 am