apakah sesuatu?
Posted on January 31st, 2008 at 12:25 pm by gieb

Apakah sesuatu? Bila pikiran selalu tersita. Segala yang menghilir dalam alir. Entah riak atau kecipak. Memiliki arti lebih dari sekedar sepi yang berbunyi. Apakah kamu juga merasakan hal itu? Atau hanya aku yang terlalu sentimental?

Bela Sungkawa dari Radikal
Posted on January 30th, 2008 at 6:47 pm by navy

Saat menulis ini aku rasanya enggan, takut dicap mengikuti tren. Halah, tren pembahasan polemik Soeharto yang belum ada ujung pangkalnya di semua media, televisi, radio, koran, majalah, internet atau apalah, meskipun ia telah meninggal. Eneg. Sumpah. Tapi ini masalah kisah nyata. Sebuah kisah yang baru kuingat saat Soeharto berpulang. Kami, sebagian anak-anak DIANNS, telah mengirimkan belasungkawa untuk Soeharto sepuluh tahun yang lalu. Read the rest of this entry »

Perlawanan Bejo
Posted on January 30th, 2008 at 6:42 pm by navy

Bejo, teman kami itu juga salah satu orang yang bertanggung jawab atas pembuatan ucapan belasungkawa kepada Soeharto sepuluh tahun lalu. Badan dia kecil dan kurus, tingginya kira-kira 160 cm-an, kulitnya berwarna coklat kekuningan, lebih terang dibanding kulitku. Dulu ia suka memakai gelang. Tipikalnya arek Malang sekali. Bicaranya ceplas-ceplos, kata-kata cuk atau jancuk selalu terselip, suka bercanda dan tersenyum, cepat naik darah juga cepat turunnya. Cerita yang tetap kuingat sampai hari ini adalah saat ia SMA, Bejo yang punya nama lengkap Budi Raharjo bersama bersama seorang kakaknya mendatangi segerombolan anak STM yang sempat menggoda pacar Bejo. Mereka berdua membawa sebatang obeng besar yang siap dihujamkan. Kakak Bejo fisiknya juga mirip dengan Bejo, kecil dan kurus, Wawan namanya. Kalah mental, anak-anak STM itu lari terbirit-birit. Nekad dan berani itu memang tipis batasnya. Read the rest of this entry »

dia
Posted on January 30th, 2008 at 6:28 pm by siapa

kenapa mas?

abis bensin pak.

udah naek, entar saya dorong. Read the rest of this entry »

Warna Jingga Pagi Itu
Posted on January 30th, 2008 at 9:36 am by tigabelas

Katakanlah aku seorang pembohong.
Membawa jingga dalam cerita di sebuah pagi. Atau, kau boleh juga menyebutku seorang pengkhayal ulung, yang suka melamun di pinggir sungai untuk menceritakan sepotong jingga cantik di pagi hari. Read the rest of this entry »

Matikan segera autorun di winXP anda
Posted on January 19th, 2008 at 3:49 am by siapa

Berbagai macam virus yang marak akhir-akhir ini sebagian besar menyebar melalui perantara flashdisk, ketika kita memasukkan flashdisk ke komputer kita maka secara default windows Xp akan langsung membuka task baru dengan fungsi Auto run/auto play. Banyak varian virus yang menggunakan fungsi ini untuk mengaktifkan diri mereka kemudian menginfeksi komputer kita. Jadi, kita akan berusaha untuk meminimalisir jalan masuk virus dengan cara meng-nonaktifkan fungsi Auto Play ini. Read the rest of this entry »

Jangan Sampai Bangsa Tempe Ini Kehilangan Tempenya!
Posted on January 16th, 2008 at 3:05 pm by navy

Judul berita di website itu membuatku tersentak. Sangat mengena. Tak sampai sedetik, aku mengembangkan senyum tapi aku juga merasa tertampar di saat yang sama. Bangsa Tempe kok kehilangan tempe. Ironi berkecamuk di otakku. Selama ini istilah bangsa tempe digunakan untuk menghina kita. Makanan dari kedele berwarna putih kekuningan itu dianggap menjadi makanan kelas dua, kalah dengan ayam, daging, pun ikan. Padahal sebutan itu salah kaprah, gizi tempe tak kalah dengan protein hewan, malah lebih sehat karena bisa menurunkan kolesterol. Kata-kata bangsa tempe menempatkan menjadi bangsa kelas dua, bangsa kuli, bangsa yang bisanya makan tempe bukan fried chicken atau steak. Tempe yang murah identik dengan sesuatu yang tak berharga. Read the rest of this entry »

Catatan Perjalanan Mudik I: Ini Medan Bung!
Posted on January 8th, 2008 at 10:31 am by Ophelia

“Selamat datang di Medan Oma,” kata seorang anak berusia 10-12 tahun kepada neneknya di dalam bus bandara yang mengangkut kami dari pesawat Merpati menuju ke terminal kedatangan Polonia. Kalimat tersebut agak aneh mengingat orang Medan tidak mengenal kata Oma tapi Ompung. Grace, Desman – calon iparku – dan aku saling pandang dan melirik ke luar mencoba mengenali tanda-tanda siapa tahu kami tiba di bandara yang salah. Kemudian aku melihatnya, ucapan ‘Selamat Datang di Kota Medan’ di pintu terminal. Okay aku memang tiba di Polonia tapi siapa orang-orang aneh ini yang menyebutkan kata oma, apakah mereka keluarga yang menyebut neneknya dengan sebutan Oma yang sedang tren agar terlihat keren. Atau mungkin juga mereka memang orang Manado yang menetap di Medan. Ah entahlah yang penting aku pulang. Horas Medan! Read the rest of this entry »